Senin, 15 September 2014

PROMOSI: definisi, tujuan, dan pentingnya iklan



Apa itu Promosi ?
 
Mulai dari tukang sayur, tukang gorengan, tukang bakmi, tukang obat, dan sebagainya sampai yang level kakap seperti hypermarket, agen, showroom, factory outlet, departemen store,  sering memberikan promo kepada para pelanggannya untuk mendapatkan loyalitas konsumen yang sudah ada serta mendapatkan konsumen baru.

Beberapa contoh-contoh promosi / promo dalam keseharian kita :
- Kirim 11 sms dapat 100 sms ke sesama operator.
- Beli 3 barang Rp. 10.000,- beli satu barang Rp. 4.000,-.
- Diskon 70% untuk produk pakaian tertentu di department store.
- Beli paket fast food di sore hari dapat harga khusus.
- Pasang iklan di tv dan radio agar banyak orang tahu produk perusahaan.

Apa tujuan Promosi?
1. Menyebarkan informasi produk kepada target pasar potensial.
2. Untuk mendapatkan kenaikan penjualan dan profit.
3. Untuk mendapatkan pelanggan baru dan menjaga kesetiaan pelanggan.
4. Untuk menjaga kestabilan penjualan ketika terjadi lesu pasar.
5. Membedakan serta mengunggulkan produk dibanding produk pesaing.
6. Membentuk citra produk di mata konsumen sesuai dengan yang diinginkan.

           Promosi bersangkutan dengan metode komunikasi yang ditujukan kepada pasar yang menjadi target tentang produk yang tepat untuk dijual, tempat yang tepat serta harga yang tepat. Promosi mencakup penjualan oleh perseorangan, penjualan massal dan promosi penjualan. Berdasarkan ketiga pendapat tersebut diatas dapatlah ditarik kesimpulan bahwa promosi adalah usaha-usaha yang dilakukan oleh perusahaan untuk mempengaruhi konsumen supaya membeli produk yang dihasilkan ataupun untuk menyampaikan berita tentang produk tersebut dengan jalan mengadakan komunikasi dengan para pendengar (audience) yang sifatnya membujuk.
            Pada prateknya walaupun pelaksanaan promosi ini umumnya dilakukan oleh para penjual/produsen, pihak pembeli atau calon pembeli kadang-kadang ada kalanya secara sadar atau tidak sadar juga telah melakukan promosi, misalnya bila mereka menginginkan suatu informasi/keterangan mengenai harga, kwalitas dan sebagainya dari pihak penjualan. Contohnya dalam keadaan kehidupan sehari-hari ada kalanya pada saat berbincang-bincang orang menyinggung produk atau juga tertentu, umumnya mengatakan keinginannya membeli rumah atau mengatakan bahwa besok malam film di 21(twenty one)  sangat bagus, maka dalam hal ini orang tersebut telah melaksanakan kegiatan promosi.
            Tujuan dasar dilaksanakannya promosi adalah untuk mempengaruhi konsumen supaya membeli produk yang dihasilkan penjual. Suatu promosi yang dilaksanakan tanpa mempunyai tujuan sama saja dengan melaksanakan pekerjaan yang sia-sia. Tujuan promosi merupakan dasar dalam membuat keseluruhan program promosi yang akan dijalankan oleh perusahaan dalam rangka mencapai apa yang diinginkannya, kemudian akan menyusul langkah-langkah selanjutnya. Sebenarnya setiap perusahaan yang memiliki program promosi bila dilihat secara nyata bahwa tujuan daripada promosi masing-masing sering tidak sama rata dibanding lainnya. Akan tetapi pada umumnya suatu promosi mempunyai tujuan antara lain sebagai berikut :

 1. Penampakkan
Salah satu tujuan penting dari promosi adalah promosi tersebut harus dapat menyampaikan pesan pada sejumlah calon pembeli yang dituju atau yang ditargetkan, dengan demikian perusahaan harus memilih jenis media yang tepat agar dapat dicapai ke pembeli yang dituju tersebut. Dalam rangka penampakkan ini perlu diperhatikan langkah langkah sebagai berikut :
- Menentukan calon pembeli yang dituju atau yang di targetkan.
- Menentukan jumlah calon pembeli yang dituju.
- Memilih media yang paling sesuai untuk dapat mencapai calon pembeli tersebut.

2. Perhatian :
Promosi harus dapat menarik perhatian konsumen atau calon pembeli yang dituju, namun terkadang sukar untuk menarik perhatian calon pembeli terhadap promosi yang kita lakukan disebabkan adanya banyak promosi yang dilakukan pula oleh perusahaan lainnya, sehingga perhatian calon pembeli tidak hanya terpusat pada promosi yang dilakukan oleh perusahaan lainnya yang meliputi sejumlah advertensi, promosi penjualan dan usaha-usaha promosi lainnya. Jadi perusahaan dihadapkan pada masalah bagaimana agar promosi yang dilakukan oleh perusahaan lainnya.
Cara yang dapat dilakukan untuk menarik perhatian calon pembeli misalnya memberikan sponsor untuk suatu acara tertentu, penggunaan orang yang sudah popular di mata masyarakat dalam reklamenya, menonjolkan apa yang lebih menjadi keistimewaan produknya yang tidak terdapat pada produk lainnya, dll.

3. Pemahaman :
Tujuan promosi ialah pemahaman yang dicapai pada waktu calon pembeli menginterpretasikan pesan yang sampai kepadanya. Calon pembeli sering kali tidak dapat memahami promosi yang tidak direncanakan dengan baik atau yang dapat menarik perhatian, kadang-kadang perubahan dari media yang digunakan dapat menyebabkan pesan yang disampaikan menjadi tidak jelas sehingga dalam merubah penggunaan media kita juga harus melibat apakah perlu diadakan perubahan pesan. Dengan demikian perusahaan harus yakin bahwa pesan yang disampaikan melalui media itu jelas dan dapat menarik perhatian, karena banyak perusahaan mempromosikan berbagai macam produknya, calon pembeli banyak tertarik, mengingat dan memahami beberapa promosi dari sekian banyak promosi yang ada.

4. Perubahan Sikap :
Setelah promosi dapat dipahami oleh calon pembeli, maka perusahaan mengharapkan suatu tanggapan dari calon pembeli terhadap promosi tersebut. Setiap perusaan harus menyesuaikan promosinya dengan produk yang dihasilkannya untuk dapat merubah sikap calon pembeli yang ditujunya, misalnya perubahan agar pembeli mengalihkan pembeliannya dari produk perusahaan lain ke produk yang dihasilkan oleh perusahaannya.
Banyak perusahaan menggunakan advertensi merubah sikap calon pembeli yang ditujukannya, advertensi belum tentu dapat menyebabkan sebagian besar pembeli untuk segera melakukan pembeliannya.

5. Tindakan :
Sesuai dengan tujuan akhir promosi adalah untuk meningkatkan hasil perusahaan melalui peningkatan hasil penjualan, maka tujuan promosi yang paling penting adalah untuk dapat menimbulkan tindakan dari calon pembeli yang ditujunya, karena hal ini menandakan berhasil atau tidaknya suatu promosi.
Dalam bahasa ekonominya , Promosi memiliki defenisi ;
Arus informasi atau persuasi satu- arah yang dibuat untuk mengarahkan seseorang atau organisasi kepada tindakan yang menciptakan pertukaran dalam pemasaran.
Secara garis besar, kegiatan yang ada dalam promosi  pada umumnya ada empat, yaitu :
*    Periklanan
*    Personal Selling
*    Promosi Penjualan
*    Publitas dan Hubungan Masyarakat
Periklanan
o   Pentingnya periklanan

Periklanan dapat membuahkan hasil dalam bauran promosi, tetapi Untuk membuat iklan memang membutuhkan banyak biaya, namun cara ini dianggap lebih praktis untuk mengenalkan produk ke khalayak umum dalam waktu yang singkat dan mampu menjangkau lebih banyak konsumen. Para penjalan bisnis ataupun para manager pemasaran akan mencoba untuk meminimalisir biaya iklan, tetapi yang mampu menjangkau lebih banyak.seperti mencari media lokal yang efektif biaya yang akan memungkinkan mereka menyesuaikan pesan penjualan masaluntuk mengakomodasi perbedaan regional. Selain itu mereka tentu saja perlu memutuskan tujuan spesfik bagi kampanye baru itu, jenis iklan yang akan disusun, dan cara mengevaluasi iklan baru.

Penjualan massal ( mass selling )

Memungkinkan penjualan secara luas. Cara ini memang tidak seluwes penjualan perorangan, tetapi ia menjangkau banyak calon pelanggan pada saat yang sama. Hasil dan biaya  penjualan massal berbeda-beda. Hal ini mendorong para pengiklan berspekulasi. Mereka harus memutuskan :
o   Siapa audiens target mereka,
o   Apa jenis iklan yang akan digunakan
o   Bagaimana menjangkau pelanggan (melalui media apa)
o   Apa yang akan dikatakan pada pelanggan(isi iklan atau copy thrust)
Tujuan menentukan jenis iklan yang diperlukan
          Tujuan iklan sebagian besar ditentukan oleh satu dari dua jenis dasar periklanan yang digunakan ( produk & industri ).
Periklanan produk (product advertising)berusaha menjual suatu  produk. Hal ini mungkin diarahkan kapada pemakai akhir atau para anggota saluran.
Periklanan lembaga (institutional advertising) berusaha mengembangkan muhibah ( goodwill )suatu perusahaan atau bahkansuatu insutri secara keseluruhan(bukan hanya produk tertentu). Tujuannya adalah meningkatkan citra, penjualan, dan hubungan pengiklan dengan berbagai kelompok yang berurusan dengan perusahaan. Seperti para pemegang saham, pegawai, pemasok, dan masyarakat umumnya.

Periklanan produk terbagi atas tiga kategori; pemeloporan, persaingan, dan pengingatan.

Periklanan pemeloporan menimbulkan permintaan primer
Periklanan pemeloporan (pioneering advertising) berusaha mencipakan permitaan primer. Yaitu petmintaan atas suatu kategori produk dan bukan hanya merek spesifik. Kegiatan ini  diperlukan dalam tahap-tahap awal untuk memberitahu pelanggan potensial tentang adanya suatu produk baru.
Periklanan bersaing menekankan permintaan selektif
Periklanan bersaing (competitive advertising) berusaha menimbulkan permintaan selektif. Yaitu permintaan atas merek spesifik dan bukan suatu kategori produk. Perusahaan dipaksa melakukan periklanan bersaing pada saat daur hidup produk terus bergerak.
Periklanan perbandingan membandingkan merek
Periklanan perbandingan berarti melakukan perbandingan merek spesifik-dengan menggunakan nama produk yang sesungguhnya.periklanan perbandingan dilakukan dengan membandingkan produk perusahaan dengan produk pesaing.akan tetapi cara ini menimbulkan masalah hukum dan etis. Dan sebagian pengiklan dan agen mereka menghindari cara ini.

Periklanan pengingat memperkuat promosi sebelumnya
Periklanan pengingat (reminder advertising) berusaha mempertahankan nama produk dalam ingatan masyarakat. Cara ini dapat bermanfaat apabila produk ini telah mancapai preferensi atau loyallitas merek. Periklanan lembaga berfokus pada nama dan gengsi perusahaan atau industry.cara ini mungkin dilakukan untuk memberitahu, membujuk atau mengingatkan pelanggan dengan nama divisi mereka(perusahaan besar).

Cara lain yang biasa ditempuh para rodusen dalam mengiklankan produknya lebih efektif dengan memanfaatkan saluran distribusinya. Produsen bersangkutan akan menawarkan imbalan periklanan (advertising allowance) pengurangan harga disepanjang saluran untuk mendorong mereka mempromosikan produk perusahaan secara lokal. Selain itu iklan yang dibuat haruslah menarik dan promotif sekali untuk mempengaruh para konsumen potensial

Rabu, 17 Juli 2013

Teori Ekonomi Pembangunan: KONSEP PERTUMBUHAN DAN PEMBANGUNAN EKONOMI

Perkembangan ekonomi mengacu pada masalah negara terbelakang, sedang pertumbuhan mengacu pada masalah negara maju. Menurut Schumpeter, perkembangan adalah perubahan spontan dan terputus-putus dalam keadaan stasioner yang senantiasa mengubah dan mengganti situasi keseimbangan yang ada sebelumnya. Sedangkan pertumbuhan adalah perubahan jangka panjang secara perlahan dan mantap yang terjadi melalui kenaikan tabungan dan penduduk.

Bedanya pertumbuhan dengan pembangunan adalah bahwa pertumbuhan lebih melihat kepada target, sedang pembangunan melihat prosesnya. Namun demikian, istilah perkembangan ekonomi digunakan secara bergantian dengan istilah pertumbuhan ekonomi, kesejahteraan ekonomi, kemajuan ekonomi dan perubahan jangka panjang.


FAKTOR-FAKTOR YANG MENENTUKAN PERTUMBUHAN EKONOMI

Proses pertumbuhan ekonomi dipengaruhi oleh dua macam faktor:

1. Faktor ekonomi

• Sumber alam atau tanah. Yang mencakup: kesuburan tanah, letak dan susunannya, kekayaan hutan, mineral, iklim, sumber air, sumber lautan, dsb. Lewis: "Dengan hal-hal yang sama, orang dapat mempergunakan dengan lebih baik kekayaan alamnya dibandingkan apabila mereka tidak memilikinya."

• Akumulasi Modal. Modal berarti persediaan faktor produksi yang secara fisik dapat direproduksi. Apabila stok modal naik dalam batas waktu tertentu maka disebut akumulasi modal atau pembentukan modal.

Nurskse: "Makna pembentukan modal adalah masyarakat tidak melakukan keseluruhan kegiatannya saat ini sekedar untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumsi yang mendesak, tetapi mengarahkan sebagian daripadanya untuk pembuatan barang modal, alat-alat dan perlengkapan, mesin dan fasilitas pengangkutan, pabrik dan peralatannya."

Kuznets: "rasio modal output marginal atau ICOR (incremental capital-output ratio; incremental = marginal) memainkan peranan penting dalam pertumbuhan ekonomi modern".
• Organisasi. Organisasi berkaitan dengan penggunaan faktor produksi di dalam kegiatan ekonomi. Organisasi bersifat melengkapi (komplemen) modal, buruh, dan membantu meningkatkan produktivitasnya.

Dalam pertumbuhan ekonomi modern, wiraswastawan tampil sebagai organisator dan pengambil resiko diantara ketidakpastian. Schumpeter: "wiraswastawan tidak perlu seorang kapitalis, tapi berfungsi melakukan pembaruan (inovasi)." Contoh revolusi industri di Inggris.

• Kemajuan teknologi. Perubahan teknologi dianggap sebagai faktor paling penting di dalam proses pertumbuhan ekonomi. Perubahan tersebut berkaitan dengan perubahan di dalam metode produksi sebagai hasil pembaruan atau teknik penelitian baru. Perubahan ini menaikkan produktivitas buruh, modal, dan faktor produksi lain.

Kuznets: lima pola penting pertumbuhan teknologi dalam pertumbuhan ekonomi modern, yaitu
(1) penemuan ilmiah,
(2) invensi,
(3) inovasi atau pembaruan,
(4) penyempurnaan,
(5) penyebarluasan penemuan.

• Pembagian kerja dan skala produksi. Spesialisasi dan pembagian kerja menimbulkan peningkatan produktivitas. Adam Smith menekankan arti penting pembagian kerja bagi perkembangan ekonomi. Pembagian kerja à perbaikan kemampuan produksi buruh à buruh lebih efisien à menghemat waktu à mampu menemukan mesin baru à produksi meningkat.

2. Faktor non-ekonomi

• Lembaga atau faktor sosial dan budaya. Pendidikan dan kebudayaan di Barat membawa ke arah penalaran (reasoning) dan skeptisisme à menanamkan semangat baru dan memunculkan kelas pedagang baru à menghasilkan perubahan pandangan, harapan, struktur dan nilai-nilai sosial à orang dibiasakan menabung dan berinvestasi dan menikmati resiko untuk memperoleh laba. Lewis: "hasrat untuk berhemat", memaksimumkan output untuk input tertentu.

• Sumberdaya manusia. Pengembangan faktor manusia berkaitan dengan efisiensi dan produktivitas, yang oleh ahli ekonomi disebut pembentukan modal insani, yaitu proses peningkatan ilmu pengetahuan, keterampilan dan kemampuan seluruh penduduk negara ybs.

Jumlah penduduk yyang melonjak cepat merupakan penghambat bagi pembangunan di negara berkembang.

• Faktor politik dan administratif. Stabilitas politik dan administrasi yang kokoh membantu pertumbuhan ekonomi modern. Administrasi yang kuat, efisien, dan tidak korup sangat penting bagi pembangunan ekonomi. Demikian juga dengan ketertiban, stabilitas dan perlindungan hukum mendorong kewiraswastaan.

Struktur politik dan administrasi yang lemah merupakan penghambat besar bagi pembangunan ekonomi negara terbelakang.



TEORI-TEORI PEMBANGUNAN

1. Teori Adam Smith

• Ahli ekonomi Klasik yang paling terkemuka.
• Bukunya yang terkenal: "An Inquiry into the Nature and Cause of the Wealth of Nations" (1776).
• Meyakini doktrin hukum alam dalam persoalan ekonomi à orang dibiarkan mengembangkan kepentingan pribadinya à setiap individu akan dibimbing oleh suatu "kekuatan yang tidak terlihat" atau invisible hand, yaitu pasar persaingan sempurna. Jadi, jika semua orang dibiarkan bebas akan memaksimalkan kesejahteraan mereka secara agregat.
• Teori pertumbuhan ekonomi:
(1) pembagian kerja,
(2) proses pemupukan modal,
(3) agen pertumbuhan ekonomi,
(4) proses pertumbuhan.
• Pembagian kerja: meningkatnya keterampilan kerja, penghematan waktu dalam memproduksi barang, penemuan mesin yang sangat menghemat tenaga.
• Proses pemupukan modal: kaum kapitalis dan tuan tanah yang mampu menabung, sedangkan kelompok pekerja diperkirakan tidak mampu menabung. Mengapa pemilik modal menanamkan modalnya? Iklim investasi? Tingkat suku bunga?

2. Teori Ricardian

• Buku David Ricardo: "The Principles of Political Economy and Taxation" (1917).
• Teori distribusi, dengan asumsi:
(1) seluruh tanah digunakan untuk produksi gandum dan angkatan kerja dalam
pertanian membantu menentukan distribusi industri,
(2) berlaku "law of diminishing return" bagi tanah,
(3) persediaan tanah tetap,
(4) permintaan akan gandum inelastis,
(5) buruh dan modal merupakan input variables,
(6) keadaan pengetahuan teknis adalah tertentu atau given,
(7) upah buruh cukup untuk hidup minimal,
(8) harga penawaran buruh tertentu dan tetap,
(9) permintaan akan buruh tergantung pada pemupukan modal,
(10) terdapat persaingan yang sempurna,
(11) pemupukan modal dihasilkan dari keuntungan.
• Atas dasar asumsi tersebut di atas, Ricardo membangun teorinya tentang saling hubungan antara tiga kelompok dalam perekonomian yaitu tuan tanah, kapitalis, dan buruh. Masing-masing kelompok mendapatkan uang sewa, keuntungan, dan upah.
• Sewa per unit buruh adalah perbedaan antara produk rata-rata dan produk marginal. Atau keseluruhan sewa sama dengan perbedaan antara produk rata-rata dengan produk marginal dikalikan dengan banyaknya tenaga kerja dan modal yang digunakan dalam pengolahan tanah.
• Tingkat upah ditentukan oleh cadangan upah dibagi dengan jumlah buruh.
• Keuntungan merupakan kekayaan yang disisihkan untuk pembentukan modal, yang dipengaruhi oleh dua faktor yaitu kemampuan dan kemauan untuk menabung.

3. Teori Keynes

• Tidak menganalisa masalah-masalah negara terbelakang, tetapi berkaitan dengan negara kapitalis maju.
• Bukunya yang terkenal The General Theory of Employment, Interest and Money.
• Pendapatan total merupakan fungsi dari pekerjaan total dalam suatu negara.
• D Y = K D I, K = multiplier, hubungan antara kenaikan investasi dan pendapatan, yaitu kenaikan tertentu pada investasi menyebabkan kenaikan yang berlipat pada pendapatan melalui kecenderungan berkonsumsi.
• Syarat pokok kemajuan ekonomi:
(1) kemampuan mengendalikan penduduk,
(2) kebulatan tekad menghindari perang dan perselisihan sipil,
(3) kemauan untuk mempercayai ilmu pengetahuan, mempedomani hal-hal yang
benar- benar sesuai dengan iilmu pengetahuan,
(4) tingkat akumulasi yang ditentukan oleh margin antara produksi dan konsumsi.

4. Teori Schumpeter

• Joseph Alois Schumpeter pertama kali mengemukakan teori pertumbuhan ekonominya dalam buku "Theory of Economic Development" (1911).
• Asumsi: perekonomian persaingan sempurna yang berada dalam keseimbangan mantap (tak ada laba, tidak ada suku bunga, tidak ada tabungan, tidak ada investasi, tidak ada pengangguran terpaksa). Keseimbangan ini ditandai "arus sirkuler".
• Pembangunan adalah perubahan yang spontan dan terputus-putus pada saluran-saluran arus sirkuler tersebut, gangguan terhadap keseimbangan yang selalu mengubah dan mengganti keadaan keseimbangan yang ada sebelumnya. Unsur utama pembangunan adalah inovasi.
• Inovasi terdiri dari
(1) pengenalann barang baru,
(2) pengenalan metode produksi baru,
(3) pembukaan pasar baru,
(4) penguasaan sumber penawaran baru bahan mentah atau barang semi
manufaktur,
(5) pembentukan organisasi baru pada setiap industri seperti penciptaan monopoli.
• Pengusaha merupakan tokoh kunci di dalam analisa Schumpeter. Pengusaha adalah
inovator.
• Menurutnya, matinya kapitalis disebabkan tiga hal:
(1) kemerosotan fungsi kewiraswastaan,
(2) kehancuran keluarga borjuis,
(3) kerusakan kerangka kelembagaan masyarakat kapitalis.

5. Teori Dualistik

Dualisme: keadaan bersifat ganda, tidak seragam.

Teori dualistik masyarakat dari J.H. Boeke:

• Teorinya tentang "dualisme masyarakat" merupakan teori umum pembangunan masyarakat dan pembangunan ekonomi negara terbelakang yang terutama didasarkan pada hasil kajiannya terhadap perekonomian Indonesia.
• Tiga ciri manusia: semangat sosial, bentuk organisasi, dan teknik yang mendominasinya.
• Dua sistem sosial yang sangat berbeda, namun berdampingan. Sistem sosial yang satu tidak dapat menguasai yang lainnya, secara sepenuhnya.
• Kritik atas teori Boeke:
(1) keinginan tidak terbatas,
(2) buruh lepas bukan tidak terorganisasi,
(3) mobilitas penduduk,
(4) dualisme bukan khas ekonomi terbelakang,
(5) dapat diterapkan pada masyarakat Barat,
(6) bukan suatu teori tetapi deskripsi,
(7) peralatan teori ekonomi Barat dipakai di masyarakat Timur,
(8) tidak memberikan pemecahan terhadaap masalah pengangguran.

Teori dualistik teknologi dari Benyamin Higgins:

• Dualisme teknologi berarti penggunaan berbagai fungsi produksi pada sektor maju dan sektor tradisional dalam perekonomian terbelakang.
• Higgins membangun teorinya di sekitar dua barang, dua faktor produksi dan dua sektor dengan kekayaan faktor dan fungsi produksinya.
• Sektor industri vs non industri, perbedaan produktivitas disebabkan oleh:
(1) modal,
(2) penggunaan penggetahuan,
(3) organisasi.
• Kritik atas teori Higgins:
(1) koefisien tidak tetap di sektor industri,
(2) harga faktor tidak tergantung pada kekayaan faktor,
(3) mengabaikan faktor kelembagaan,
(4) mengabaikan penggunaan teknik penyerap buruh,
(5) besarnya dan sifat pengangguran tersembunyi tidak jelas.

Teori dualistik finansial dari Mynt:

• Pasar uang terorganisir vs non terorganisir
• Sektor industri dan pertanian
• Bunga tinggi, rentenir, tuan tanah, sistem ijon, pedagang perantara, dsb.

Dualisme Regional:

• Ketidakseimbangan tingkat pembangunan antara region atau daerah karena penggunaan modal.
• Ketidakseimbangan antar kota.
• Ketidakseimbangan antara pusat dan daerah.

6. Konsep Pertumbuhan Tidak Berimbang

• Investasi seyogyanya dilakukan pada sektor yang terpilih daripada secara serentak di semua sektor ekonomi.
• Rostow: "agar suatu ekonomi dapat melampaui tahap masyarakat tradisional dan mencapai tahap tinggal landas maka yang penting ialah meningkatkan laju investasi produktif dari 5% atau kurang hingga menjadi 10% atau lebih".
• Strategi Hirchman: "dengan sengaja tidak menyeimbangkan perekonomian, sesuai dengan strategi yang dirancang sebelumnya, adalah cara yang terbaik untuk mencapai pertumbuhan pada suatu negara terbelakang. Investasi pada industri atau sektor-sektor perekonomian yang strategis akan menghasilkan kesempatan investasi baru dan membuka jalan bagi pembangunan ekonomi lebih lanjut. Pembangunan sebagai rantai disequilibrium".
• Menimpangkan perekonomian melalui modal overhead sosial (MOS) dan melalui kegiatan langsung produktif (KLP).
• Penilaian: realistis dan memopertimbangkan semua aspek perencanaan pembangunan.
• Keterbatasan:
(1) kurang perhatian pada komposisi, arah dan saat pertumbuhan tidak berimbang,
(2) mengabaikan perlawanan,
(3) di luar kemampuan negara terbelakang,
(4) kekurangan fasilitas dasar,
(5) kekurangan mobilitas faktor,
(6) timbulnya tekanan inflasi,
(7) dampak-kaitan tidak didasarkan data,
(8) terlalu banyak penekanan pada keputusan investasi.


7. Teori Rostow

Lima tahap pertumbuhan ekonomi:
(1) masyarakat tradisional,
(2) prasyarat untuk tinggal landas,
(3) tinggal landas,
(4) dewasa (maturity),
(5) masa konsumsi massal.

• Masyarakat tradisional: suatu masyarakat yang strukturnya berkembang di sepanjang fungsi produksi berdasarkan ilmu dan teknologi pra-Newton dan sebagai hasil pandangan pra-Newton terhadap dunia fisika.
• Prasyarat tinggal landas merupakan masa transisi dimana prasyarat-prasyarat pertumbuhan swadaya dibangun atau diciptakan. Di Eropa Barat, prasyarat tinggal landas didorong atau didahului oleh empat kekuatan yaitu renesans atau era pencerahan, kerajaan baru, dunia baru, dan agama baru atau reformasi.
• Tahap tinggal landas merupakan titik yang menentukan di dalam kehidupan suatu masyarakat ketika pertumbuhan mencapai kondisi normal dan kekuatan modernisasi berhadapan dengan adat-istiadat dan lembaga-lembaga. Periode ini memerlukan waktu dua dasawarsa. Tiga syarat tinggal landas adalah
(1) kenaikan laju investasi produktif, misalnya dari 5% atau kurang ke lebih dari 10%
dari pendapatan nasional,
(2) perkembangan salah satu atau beberapa sektor manufaktur penting dengan laju
pertumbuhan yang tinggi,
(3) hadirnya secara cepat kerangka politik, sosial dan organisasi yang menampung hasrat ekspansi di sektor modern tersebut dan memberikan daya dorong pada pertumbuhan.
• Tahap maturity didefinisikan sebagai tahap ketika masyarakat telah dengan efektif menerapkan serentetan teknologi modern terhadap keseluruhan sumberdaya mereka.
• Era konsumsi massa besar-besaran ditandai dengan migrasi ke pinggiran kota, pemakaian mobil secara luas, barang-barang konsumen dan peralatan rumah tangga yang tahan lama. Pada tahap ini perhatian masyarakat beralih dari penawaran ke permintaan, dari persoalan produksi ke konsumsi dan kesejahteraan dalam arti luas.

8. Teori Leibenstein

• Terkenal dengan teori Upaya Minimum Kritis Leibenstein.
• Tesis: negara terbelakang dicekam oleh lingkaran setan kemiskinan yang membuat mereka tetap berada di sekitar tingkat keseimbangan pendapatan per kapita yang rendah.
• Untuk mengatasinya dengan "upaya minimum kritis" tertentu yang akan menaikkan pendapatan per kapita pada tingkat di mana pembangunan yang berkesinambungan dapat dipertahankan.
• Setiap ekonomi tunduk pada "goncangan" (yang menurunkan Y/cpt) dan "rangsangan" (yang meningkatkan Y/cpt).
• Laju pertumbuhan penduduk merupakan fungsi dari pendapatan per kapita.

9. Teori Myrdal

• Teori Myrdal mengenai Dampak Balik (backwash effects)
• Gunar Myrdal: Economic Theory and Underdeveloped Regions (1957)
• Pembangunan ekonomi menghasilkan suatu proses sebab-menyebab sirkuler yang membuat si kaya mendapat keuntungan semakin banyak, dan mereka yang tertinggal di belakang menjadi semakin terhambat. Dampak balik (backwash effects) cenderung membesar dan dampak sebar (spread effects) cenderung mengecil. Secara kumulatif kecenderungan ini semakin memperburuk ketimpangan internasional dan menyebabkan ketimpangan regional diantara negara-negara terbelakang.
• Tesis Myrdal: membangun teori keterbelakangan dan pembangunan ekonominya di sekitar ide ketimpangan regional pada taraf nasional dan internasional.
• Ketimpangan regional: berkaitan erat dengan sistem kapitalis yang dikendalikan oleh motif laba.
• Ketimpangan internasional: perdagangan internasional mungkin mempunyai dampak surut yang kuat pada negara terbelakang.


10. Teori Pembangunan Ekonomi Fei-Ranis

• John Fei dan Gustav Ranis dalam "A Theory of Economic Development" menelaah proses peralihan yang diharapkan akan dilewati suatu negara terbelakang untuk beranjak dari keadaan stagnasi ke arah pertumbuhan swadaya.
• Merupakan penyempurnaan dari teori Lewis mengenai persediaan buruh yang tidak terbatas.
• Teori Fei-Ranis: Suatu negara yang kelebihan buruh dan perekonomiannya miskin sumberdaya, sebagian besar penduduk bergerak disektor pertanian di tengah pengangguran yang hebat dan tingkat pertumbuhan penduduk yang tinggi. Ekonomi pertaniannya mandeg. Di sana terdapat sektor industri yang aktif dan dinamis. Pembangunan terdiri dari pengalokasian kembali surplus tenaga kerja pertanian yang sumbangannya terhadap output nol, ke industri dimana mereka menjadi produktif dengan upah yang sama.
• Asumsi yang digunakan:
(1) ekonomi dua-muka yang terbagi dalam sektor pertanian tradisional yang mandeg dan sektor industri yang aktif,
(2) output sektor pertanian adalah fungsi dari tanah dan buruh saja,
(3) di sektor pertanian tidak ada akumulasi modal, kecuali reklamasi,
(4) penawaran tanah bersifat tetap,
(5) kegiatan pertanian ditandai dengan hasil (return to scale) yang tetap dengan buruh
sebagai faktor variabel,
(6) produktivitas marginal buruh nol,
(7) output sektor industri merupakan fungsi dari modal dan buruh saja,
(8) pertumbuhan penduduk sebagai fenomena eksogen,
(9) upah nyata di sektor pertanian dianggap tetap dan sama dengan tingkat pendapatan
nyata sektor pertanian,
(10) pekerja di masing-masing sektor hanya mengkonsumsikan produk-produk pertanian.

• Berdasar asumsi tersebut, telaah pembangunan ekonomi surplus-buruh menjadi 3 tahap: (1) para penganggur tersamar, dialihkan dari pertanian ke industri dengan upah
institusional yang sama,
(2) pekerja pertanian menambah keluaran pertanian tetapi memproduksi lebih kecil
daripada upah institusional yang mereka peroleh,
(3) buruh pertanian menghasilkan lebih besar daripada perolehan upah institusional.

• Penilaian: keunggulan pokok dari teori ini adalah bahwa ia menunjukkan arti
penting produk pertanian di dalam menghimpun modal di negara berkembang.
• Kritik:
(1) asumsi persediaan tanah tetap, tapi dalam jangka panjang sebenarnya berubah (2) asumsi upah institusional tetap yang lebih tinggi dari MPP, padahal tidak,
(3) asumsi upah institusional di sektor pertanian adalah tetap,
(4) asumsi tentang model atau ekonomi tertutup,
(5) komersialisasi pertanian menjurus ke inflasi,
(6) MPP bukan nol.

11. Teori Ketergantungan

• Sebagian terbesar (sekitar 80%) penduduk di negara-negara dunia ketiga tinggal di daerah perdesaan. Mereka umumnya (sekitar 66%) bekerja di sektor pertanian. Padahal sumbangan sektor pertanian terhadap produk nasional kotor (GDP) hanya 32%.
• Di negara berkembang, sektor pertanian memiliki produktivitas yang rendah, teknologi pertaniannya primitif, organisasinya tidak baik, terbatasnya input modal fisik dan tenaga kerja yang terdidik/terampil.
• Umumnya perekonomian di negara-negara yang sedang berkembang berorientasi pada produksi bahan-bahan pokok sebagai saingan dari kegiatan-kegiatan produk sekunder (industri) dan tersier (jasa). Komoditi pokok ini merupakan ekspor yang penting ke negara lain.
• Teori ketergantungan merupakan bagian dari "model-model strukturalis internasional", yang secara esensial memandang negara-negara dunia ketiga sebagai benda yang diatur oleh kekakuan struktur ekonomi dan institusional serta terperangkap dalam suasana 'ketergantungan' dan 'dominasi' terhadap negara-negara kaya. Terdapat dua jalur dalam model strukturalis internasional ini yaitu model dependensi 'neo-kolonial' dan model 'paradigma tiruan/palsu'.
• Model dependensi neo-kolonial merupakan sisa-sisa pertumbuhan dari pemikiran Marxis. Ciri pemikiran ini adalah eksistensi dan memelihara keterbelakangan dunia ketiga, terutama sekali terhadap evolusi historis mengenai sistem kapitalis internasional yang betul-betul tidak sama dalam hubungan negara-negara kaya dan negara-negara miskin.
• Model paradigma tiruan/palsu yaitu atribut keterbelakangan dunia ketiga mengenai kesalahan dan ketidaksesuaian nasehat yang diperoleh dengan baik tetapi negara maju/donor seringkali kurang jelas atau kekurangan bahan mengenai kondisi atau latar belakang masing-masing negara yang sedang berkembang. Negara maju/donor memberikan konnsep-konsep yang besar, struktur teoritikal yang baik dan model-model ekonometrik yang kompleks mengenai pembangunan yang seringkali menimbulkan kekurangsesuaian atau menimbulkan kebijakan-kebijakan yang keliru karena faktor-faktor institusional dan struktural (pemilikan tanah tak adil, pembagian kredit yang timpang, pengendalian finansial yang tidak tepat, dsb).

Latest Teori Permainan: Pekerjaan Mencampur dan Bermain


Perusahaan berusaha untuk membawa cara bermain lebih ke hari kerja. Berjuang untuk membuat tugas-tugas bisnis sehari-hari lebih menarik, dalam contoh nyata banyak sekali perusahaan – perusahaan yang menerapkan sistem ini. termasuk International Business Machines Corp dan perusahaan konsultan Deloitte Touche Tohmatsu Ltd, yang menggabungkan elemen dari videogame ke tempat kerja. Sehingga ada hasrat tersendiri dari karyawan untuk menjadi yang pertama dan mendapatkan banyak penghargaan.
Mereka menyebarkan penghargaan dan taktik kompetitif umumnya ditemukan di dunia game untuk membuat tugas-tugas seperti pelatihan manajemen, entri data dan brainstorming tampak kurang seperti bekerja. Karyawan menerima poin atau lencana untuk menyelesaikan pekerjaan atau pertemuan batas waktu untuk tugas, misalnya. Perusahaan juga dapat menggunakan leaderboards, yang membiarkan pemain melihat nilai satu sama lain, untuk mendorong persaingan ramah dan memotivasi kinerja. Perusahaan telah menggunakan permainan digital sudah beberapa tahun untuk membantu memasarkan produk kepada konsumen dan membangun loyalitas merek. Apa yang muncul adalah menggunakan permainan untuk memotivasi karyawan mereka sendiri.
Teknologi-industri firma riset Gartner memperkirakan bahwa pada tahun 2014, sekitar 70% dari perusahaan besar akan menggunakan teknik untuk setidaknya satu proses bisnis. Riset peneliti pasar memperkirakan pendapatan dari perangkat lunak gamification M2, konsultasi dan pemasaran akan mencapai $ 938.000.000 pada tahun 2014 dari kurang dari $ 100 juta tahun ini. Beberapa perusahaan membangun permainan mereka sendiri di-rumah. Lain mengandalkan perusahaan luar seperti San Jose, California berbasis Bunchball Inc dan Menlo Park, California berbasis Badgeville Inc untuk "gamify" berbagai proses bisnis termasuk pelatihan karyawan.
Bisnis perusahaan software SAP AG mempekerjakan berbagai permainan, termasuk satu model setelah permainan golf yang memberikan lead penjualan dan tantangan lingkungan yang penghargaan poin untuk tugas-tugas seperti carpooling, strategi inovasi senior, SAP di Palo Alto, California. SAP bahkan berbalik upaya gamification ke dalam permainan, mengadakan serangkaian "Piala Gamification" untuk menghasilkan ide-ide yang dapat mengubah berbagai proses bisnis ke dalam permainan.
IBM menggunakan berbagai permainan-seperti strategi di banyak perusahaan termasuk video game di mana pengguna dapat membantu membuat sebuah kota virtual yang lebih efisien atau mensimulasikan skenario berbagai bisnis pemimpin pembelajaran virtual IBM. Pengguna menerima lencana virtual setelah menyelesaikan kursus pelatihan dan membuka kursus pelatihan yang lebih kompleks ketika tingkat dasar selesai, mitra dengan Deloitte di Melbourne, Australia.
Sejauh ini, taktik ini telah terbukti efektif. Sebuah studi tahun lalu oleh Traci Sitzmann, asisten profesor manajemen di University of Colorado Denver Business School menemukan bahwa karyawan dilatih untuk video game belajar informasi lebih faktual, mencapai tingkat keterampilan yang lebih tinggi dan mempertahankan informasi lebih lama daripada pekerja yang belajar dalam lingkungan yang kurang interaktif .
LiveOps Inc, yang menjalankan virtual call center, menggunakan game untuk membantu meningkatkan kinerja 20.000 call agen-kontraktor independen yang terletak di seluruh AS Mulai tahun lalu, perusahaan mulai agen pemberian dengan lencana virtual dan poin untuk tugas-tugas seperti menjaga panggilan singkat. Leaderboards memungkinkan agen untuk membandingkan prestasi mereka kepada orang lain. Karena sistem gamification dilaksanakan, beberapa agen telah mengurangi waktu panggilan dengan 15%, dan penjualan telah ditingkatkan antara 8% dan 12% antara agen penjualan tertentu.

Namun, beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penerapan sistem kerja pada kinerja karyawan perusahaan bahwa ada beberapa perangkap bagi perusahaan ketika menerapkan permainan internal. Perusahaan perlu memastikan bahwa permainan yang dirancang untuk benar-benar hadiah perilaku yang diinginkan dan tidak hanya membagikan penghargaan bermakna atau lencana. Perusahaan juga perlu memastikan bahwa persaingan sehat antar teman tidak keluar dari pengawasan, membina permusuhan antara karyawan. Dan juga sistem ini mengacu pada bagaimana seorang manajer memposisikan suatu hal, bila dia mampu memanajeri perusahaan dengan baik, maka hasilnya akan baik. Karena gamification tidak akan membantu bila diterapkan pada manajerial yang buruk.

Kamis, 20 Desember 2012

Kemiskinan dan konsep kemiskinan


1  Pengertian Kemiskinan
Merupakan ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar dan memperbaiki keadaan. kemiskinan dapat diartikan secara lebih luas dengan menambahkan faktor faktor lain seperti faktor sosial dan moral. Secara konvensional, kemiskinan dapat diartikan sebagai suatu keadaan individu atau masyarakat yang berada di bawah garis tertentu. Secara umum pengertian dari kemiskinan sangat beragam, tergantung dasar pemikiran dan cara pandang seseorang. Namun kemiskinan identik dengan ketidakmampuan sekelompok masyarakat yang terhadap sistem yang diterapkan oleh suatu pemerintah sehingga mereka berada pada posisi yang sangat lemah dan tereksploitas(kemiskinan struktural).
Pada umumnya kemiskinan diidentikkan dengan ketidakmampuan seorang individu untuk memenuhhi standart minimum kebutuhan pokok untuk dapat hidup secara layak. Pembahasan ini dimaksud dengan kemiskinan material. Definisi kemiskinan mengalami perkembangan sesuai dengan penyebabnya yaitu pada awal tahun 1990. Definisi diperluas tidak hanya berdasarkan pada tingkat pendapatan, tetapi juga mencakup ketidakmampuan dibidang kesehatan, pendidikan dan perumahan. Pendekatan kebutuhan dasar, melihat kemiskinan sebagai suatu ketidakmampuan seseorang, keluarga dan masyarakat dalam memenuhi kebutuhan minimum, seperti sandang, papan, kesehatan, pendidikan, penyediaan air bersih dan sanitasi.
Kemiskinan juga dapat didefinisikan menurut dua pendekatan. Kemiskinan absolut dan kemiskinan relatif. Kemiskinan absolut diukur dengan suatu standart tertentu, sementara kemiskinan relatif  bersifat kondisional, biasanya membandingkan pendapatan sekelompok orang dengan pendapatan kelompok lain. Sedang kemiskinan absolut adalah sejumlah penduduk yang tidak mampu mendapatkan sumber daya yang cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar. Mereka hidup di bawah tingkat pendapatan riil minimum tertentu- atau mereka berada di bawah garis kemiskinan internasional.
Kemiskinan menurut Edi Suharto dalam Abdul Hakim (2002:219) adalah ketidaksamaan kesempatan untuk mengakumulasi basis kekuasaan sosial. Basis kekuasaan sosial meliputi:
1.      Sumber keuangan (mata pencaharian, kredit, modal)
2.      Modal produktif atau asset (tanah, perumahan, kesehatan, alat produksi)
3.      Jaringan sosial untuk memperoleh pekerjaan, barang, dan jasa.
4.      Organisasi sosial dan politik yang digunakan untuk mencapai kepentingan bersama.
5.      Informasi yang berguna untuk kemajuan hidup.
6.      Pengetahuan dan keterampilan.

2.      Konsep Kemiskinan
Konsep Kemiskinan
Kemiskinan merupakan masalah sosial yang senantiasa hadir ditengah masyarakat. Kemiskinan sebagai fenomena sosial yang telah lama ada, berkembang sejalan dengan peradaban manusia. Masyarakat miskin pada umumnya lemah dalam kemampuan berusaha dan terbatas aksesnya kepada kegiatan ekonomi sehingga seringkali makin tertinggal jauh dari masyarakat lain yang memiliki potensi tinggi. Substansi kemiskinan adalah kondisi deprevasi tehadap sumber-sumber pemenuhan kebutuhan dasar yang berupa sandang, pangan, papan, dan pendidikan dasar (Sudibyo, 1995:11).

Kemiskinan juga sering disandingkan dengan kesenjangan, karena masalah kesenjangan mempunyai kaitan erat dengan masalah kemiskinan. Substansi kesenjangan adalah ketidakmerataan akses terhadap sumber daya ekonomi. Sudibyo (1995:11) mengatakan bahwa “apabila berbicara mengenai kemiskinan maka kemiskinan dinilai secara mutlak, sedangkan penilaian terhadap kesenjangan digunakan secara relatif”. Dalam suatu masyarakat mungkin tidak ada yang miskin, tapi kesenjangan masih dapat terjadi di dalam masyarakat tersebut.

Sebagian besar dari penduduk miskin ini tinggal diperdesaan dengan mata pencaharian pokok dibidang-bidang pertanian dan kegiatan-kegiatan lainnya yang erat hubungannya dengan sektor ekonomi tradisional tersebut. Kehidupan mereka bergantung pada pola pertanian yang subsistem, baik petani kecil atau pun buruh tani yang berpenghasilan rendah, ataupun bekerja dalam sektor jasa kecil-kecilan dan berpenghasilan pas-pasan. Fenomena banyaknya urbanisasi penduduk desa ke kota menunjukkan bahwa adanya ketidakmerataan pembangunan di perdesaan. Terbatasnya fasilitas umum, kecilnya pendapatan, dan terbatasnya pekerjaan dan dalih mencari kehidupan lebih baik menjadi alasan urbanisasi ini. Permasalahan tersebut menyiratkan adanya ketidakmerataan dan kesenjangan antara perdesaan dan perkotaan.


Sumber:
Syamsyuri. 2009. Konsep kemiskinan. (online), (http://2frameit.blogspot.com/2012/03/tentang-konsep-kemiskinan.html), diakses 20 November 2012.
Todaro, Michael P. 2002. Pembangunan ekonomi edisi kesembilan. Jakarta: Erlangga
Perpustakaan online. 2010.(online), (http://repository.upi.edu/operator/upload/s_pek_043514_chapter2.pdf), diakses 20 November 2012.


KONSEKUENSI LOGIS PEMBANGUNAN Adalah ADANYA KESENJANGAN ANTARA DAERAH KAYA DAN DAERAH MISKIN


Dalam upaya pemerataan pertumbuhan ekonomi, pemerintah melakukan beberapa stukturisasi sektor-sektor perekonomian guna menyelaraskan pembangunan antar sektor. Dalam upaya penyelarasan tersebut maka penyediaan fasilitas untuk memperlancar kegiatan ekonomi disediakan oleh pemerintah. Karena penyediaan fasilitas akan menunjang distribusi dan saluran pemerataan pembangunan. Beberapa daerah dikaitkan dengan penyediaan sarana yang buruk untuk kegiatan ekonomi mereka. Sehingga kegiatan ekonomi kurang berkembang dan peran pemerintah sangat diperlukan dalam penyediaan barang publik.
Seperti yang telah kita ketahui bahwa pembangunan di Indonesia tidak merata di wilayah bagian timur serta wilayah bagian baratnya. Hal ini menyebabkan kecemburuan sosial tersendiri di masyarakat dalam wilayah tersebut. namun, untuk pemerataan pembangunan yang akan kita bahas mencakup wilayah yang lebih sempit, yaitu pemerataan pembangunan wilayah pedesaan dan wilayah perkotaan. Meski letak wilayah perkotaan dan pedesaan terletak dalam satu wilayah kajian regional, penyelarasan pembangunan sering terlihat bertolak belakang. Maka dapat dijumpai kesenjangan pembangunan dan kecemburuan sosial  sehingga  kesejahteraan masyarakat masih menjadi permasalahan.
Tema “konsekuensi logis pembangunan adalah adanya kesenjangan antara daerah kaya dan daerah miskin” akan dibahas untuk memperjelas makna pembangunan itu sendiri. Mulai dari hakikat perencanaan pembangunan, proses pembangunan secara berencana, kesenjangan spasial yang terjadi dan pemberdayaan masyarakat untuk mengurangi kesenjangan tersebut. Dari pemaparan diatas setelah kita membaca essai, pembaca akan terinspirasi mengembangkan sebuah pemikiran atau ide untuk memperkecil kesenjangan spasial yang ada.
Perencanaan pembangunan merupakan suatu usaha pemerintah untuk mengkoordinasikan semua keputusan ekonomi jangka panjang untuk mempengaruhi secara langsung serta mengendalikan pertumbuhan variabel-variabel ekonomi yang penting (penghasilan, konsumsi, lapangan kerja, investasi, tabungan, ekspor, impor dan lain sebagainya). Target rencana pembangunan meliputi semua aspek penting yang menyangkut perekonomian nasional dan juga sebagian dari ekonomi nasional seperti sektor pertanian, perindustrian, sektor pemerintah, sektor swasta dan lain sebagainya.
Dalam proses perencanaan pembangunan ini meliputi langkah-langkah sebagai berikut: memilih tujuan-tujuan nasional, menyusun berbagai target dan bagian terakhir adalah mengkoordinasikan suatu kerangka kerja untuk diimplementasikan, dikoordinasi dan monitor rencana pembangunan tersebut. upaya ini ditempuh agar pembangunan akan memberikan efek yang baik bagi perekonomian di wilayah ini. Kemanfaatan yang dijumpai akan membawa dampak positif terhadap kemajuan dibidang perekonomian. Serta dampak negatif yang dapat ditekan agar tidak merugikan salah satu pihak.
Dalam tahun 1951 United Nations Departement of Economic Affair membedakan 4 jenis perencanaan yang telah dipergunakan oleh negara-negara sedang berkembang, sebagai berikut:
“pertama, perencanaan hanya menyangkut program pembelanjaan pemerintah yang berlaku untuk masa jangka waktu satu tahun sampai sepuluh tahun. Kedua, perencanaan yang kadang-kadang hanya mengenai target produksi, apakah bagi perusahaan-perusahaan swasta ataukah bagi perusahaan-perusahaan pemerintah, dengan dasar-dasar masukan input tenaga kerja, modal atau sumber-sumber lain yang langka, atau penggunaan dengan dasaran luaran output. Ketiga, perencanaan yang bisa dipakai untuk menjelaskan keterangan pelaksanaan target ekonomi secara keseluruhan, menentukan alokasi semua sumber yang langka diantara berbagai cabang ekonomi. Keempat, perencanaan yang kadang-kadang dipergunakan untuk menjelaskan tindakan-tindakan yang dilakukan oleh pemerintah yang mencoba memaksa perusahaan swasta untuk mencapai target yang telah ditetapkan sebelumnya”.
Agar  perencanaan pembangunan ini berhasil dengan bak, maka menurut ML.  Jhingan  (1994: 658-664) ada hal-hal yang perlu diperhatikan, yaitu:
-       Komisi perencanaan = harus memuat bagian-bagian yang berkaitan dengan aspek-aspek perekonomian, seperti ahli ekonomi, ahli statistic, insinyur dan sebagainya.
-       Data statistic = data yang akurat akan membantu merumuskan suatu rencana.
-       Tujuan rencana = harus memuat tujuan spesifik agar jelas arah laju pembangunan.
-       Penetapan sasaran dan prioritas = penetapan sasaran baik secara global maupun secara sektoral merupakan hal yang sangat penting. Sehingga sasaran yang tepat dapat diperoleh dan mencaku setiap aspek perekonomian dan harus meliputi sasaran produksi kuantitatif.
-       Mobilitasi sumber-sumber = baik secara internal maupun eksternal. Sumber nternal sektor negara meliputi tabungan dan tabungan perusahaan negara, perpejakan serta keuangan deficit, sedangkan sumber eksternal meliputi penerimaan anggaran belanja neto dan pinjaman eksternal.
-       Keseimbangan rencana
-       Administrasi yang efisien dan tidak korup.
-       Kebijaksanaan pembangunan yang tepat menurut lewis :
a.       Penyelidikan potensi pembangunan, meliputi sumber nasional, penelitian ilmiah dan penelitian pasar.
b.      Penyediaan prasarana secara memadai.
c.       Penyediaan fasilitas latihan dan pendidikan umum untuk menjamin keterampilan yang diperlukan.
d.      Perbaikan landasan hukum bagi kegiatan ekonomi.
e.      Bantuan untuk menciptakan pasar yang lebih banyak dan lebih baik.
f.        Menentukan dan membantu pengusaha yang potensial, baik dalam maupun luar negeri.
g.       Peningkatan penempatan sumber-sumber yang lebih baik, baik swasta maupun negara.
-       Harus mempunyai teori konsumsi sendiri
-       Dukungan masyarakat.
      Gambaran sistem ekonomi negara kita, sistem ekonomi campuran adalah lembaga-lembaga produksi dimiliki swasta, tetapi mendapat control dan pengawasan serta pengendalian kolektif dari pemerintah. Gambaran paduan situasi antara kebebasan pasarektrim dengan pengendalian kolektif.
      Perencanaan pembangunan ekonomi berguna untuk :
1.       Memberikan kerangka pengawasan terhadap konsistensi atau optmalisasi sasaran rencana yang tertulis.
2.       Memberikan kerangka bagi penentuan sasaran yang sebenarnya.
3.       Memberikan kerangka bagi penilai proyek.
4.       Memberikan pengertian yang mendalam mengenai stuktur perekonomian serta dinamikanya guna keputusan kebijaksanaan yang lebih baik.
Dari perencanaan pembangunan para ahli tentulah didapat penilaian bahwa perencanaan pemangunan yang jelas dan terarah dapat meningkatkan pemeratan pembanguan, keterbukaan lapangan lerja dan kesejahteraan masyarakat dimana tingkat kesenjangan dapat ditekan. Namun keadaan riil bisa saja menunjukkan keadaan yang berbeda.
Permasalahan yang kita cermati saat ini adalah pulau Belitung sebagai salah satu pulau yang banyak mengandung timah. Masyarakatnya bekerja sebagai pendulang timah. Wilayah yang kaya tersebut kurang memberikan kesejahteraan bagi masyarakat disana karena tambang ersebut sudah dikelola insvestor asing dan ditinggalkan dengan keadaan yang tidaka layak serta. Areal tambang ditinggalkan dengan galian-galian yang dalam dan tidak ditutup sampai saat ini, kurangnya perhatian pemerintah serta prinsip pemanfaatan sumber daya alam tanpa mempertimbangkan dampak lingkungannya. Kemudian contoh yang lain seperti pembangunan wilayah desa dan kota. Contohnya d Jakarta sendiri masih ada wilayah kumuh di daerah pinggiran kali.
Permasalahan yang akan kita bahas disini permasalahan pembangunan daerah Bali yang menggunggulkan sektor pariwisata sebagai penyokong perekonomian dengan daerah Nusa Tenggara yang memiliki padang savanna yang luas. Bali bukan merupakan daerah yang kaya akan sumber daya alam. Tradisi yang kuat dan berbeda itulah yang mendatangkan pendapatan dan penyumbang devisa negara paling tinggi. Bali berupaya mengeksplor keindahan pantai-pantainya menjadi ladang perekonomian. Akibatnya, tata letak kota yang baik, perdagangan, dan bisnis banyak bermunculan disana. Hal ini menyebabkan tingkat pendapatan masyarakat meningkat dan  indeks penerimaan tinggi telah memakmurkan masyarakat Bali.
Bagaimana dengan Nusa Tenggara? Daerah Nusa Tenggara bukan daerah miskin dan tidak kompeten. Nusa Tenggara juga merupakan wilayah dengan Panorama alam yang indah, mempunyai pantai dan gunung paling tinggi di Nusa Tenggara semua indah. Hal ini kurang mendukung pendapatan masyarakat sendiri karena pemanfaatannya masih kurang. Provokasi media yang kurang menjadikan kawasan ini masih tetap saja tidak berubah.
Hal ini perlu dicermati karena letak Pulau Bali dan Kepulauan Nusa Tenggara  berada bersampingan. Pembangunan ekonomi yang tidak merata dapat menyebabkan kecemburuan sosial antara wilayah kaya dan wilayah miskin. Banyak masyarakat Nusa Tenggara yang bermigrasi ke Pulau Bali untuk bekerja. Biaya hidup yang tinggi masih akan tertutupi dengan gaji yang tinggi pula. Perpindahan ke wilayah rural sendiri akan mengurangi kemampuan daerah asal untuk berkembang karena ditinggakan para pekerjanya.
Dua wilayah yang terletak bersandingan namun pemerataan ekonomi yang tidak merata akan membawa banyak dampak. Di Bali banyak dijumpai tenaga kerja, mayoritas bekerja sebagai enaga kasar seperti pekerja bangunan, pelayan toko dan pembantu rumah tangga. Penduduknya yang terus bertambah banyak yang berasal dari luar bali akan terus mengundang warga baru ke bali. Mereka akan mengirimkan uang hasil kerjanya ke daerah asal dan kembali pulang ke daerah asalnya sekali waktu. Pekerjaaan mereka yang membawa mereka kembali ke sumber pendapatan yang lebih besar.
Dalam pembangunan bangsa dan negara di berbagai bidang tersebut peranan pemerintah adalah sangat penting , yaitu diantaranya melalui perencanaan pembangunan. Perencanaan pembangunan yang ditujukan untuk mencapai berbagai tujuan dan sasaran pembangunan itu pada dasarnya dipersiapkan dan disusun oleh pemerintah yang bersangkutan melalui badan perencanaan. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara haruslah proaktif untuk menyediakan barang public yang menunjang pariwisatanya. Tatanan dan fasilitas yang baik mutlak diperlukan untuk mendorong keberlangsungan sektor pariwisata  dan mengupayakan pemasukan devisa negara dengan memperkenalkannya di kancah internasional melalui network sosial, website dan promosi melalui media massa baik media massa elektronik maupun media masaa cetak.
Jadi korelasinya dibangun dari penyediaan sarana dan prasarana dahulu   kemudian promosi di media massa. Ketika sarana dan prasarana yang termasuk barang public telah disediakan pemerintah, Investasi swasta akan tertarik untuk mengembangkan bisnisnya di wilayah tersebut. karena penyediaan barang publik kurang efisien bila disediakan oleh pihak swasta. Penyediaan pelayanan transportasi untuk menuju kawasan wisata di wilayah Nusa Tenggara juga harus diperhatikan, sumber daya air, listrik, kemudahan menjangkau pusat perbelanjaan, perbankan dan pemandu sebagai pengantar bahasa asing.
Di sektor pariwisata saat ini banyak ditunjang oleh budaya dan kesenian daerah. Kesenian daerah berkontribusi untuk mengenalkan budaya dan jati luhur nenek moyang yang telah diwariskan ratusan tahun. Kesenian menggambarkan seberapa besar kemampuan masyarakat d wilayah sektor pariwisata memahami nilai-nilai kehidupan dari ajaran agama.
Pada kenyataannya, masalah kesenjangan sangat dipengaruhi oleh kondisi dasar daerah dan masyarakat, seperti kesuburan lahan dan potensi alam, potensi ekonomi pasar, kondisi prasarana, kemampuan sumber daya manusia,  kelembagaan ekonomi sosial daerah yang ada serta penyebaran investasi swasta. Dalam proses perubahan struktur diperlukan rencana dan langkah yang sistematis melalui pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan pada masyarakat modern yang telah maju lebih diarahkan pada penciptaan iklim yang menunjang dan peluang untuk tetap maju. Dan sekaligus menanamkan pengertian bahwa suatu saat wajib membantu yang lemah untuk lebih maju. Pemberdayaan masyarakat di wilayah yang tertinggal tidak cukup hanya untuk meningkatkan produktivitas pariwisata sendiri, memberikan kesempatan berusaha yang sama, dan hanya memberikan suntikan modal sebagai stimulant, tetapi harus dijamin pula adanya kerjasama dan kemitraan yang erat antara yang telah maju dengan yang masih lemah serta belum berkembang. Pemberdayaan masyarakat perlu dilaksanakan dengan prinsip-prinsip kemitraan yang saling menguntungkan. Sehingga kesenjangan spasial dapat ditekan atau diminimalisir.

Jumat, 14 Desember 2012

Kenapa Ekonomi?


"Ilmu Ekonomi adalah ilmu yang mempelajari tentang manusia dalam menjalankan kehidupan sehari-harinya". Ujar Alfred Marshall dalam bukunya Principle of Economics, seorang ekonom besar di abad ke 19-an.

Meskipun kita telah mengetahui banyak hal mengenai perekonomian semenjak masa hidup Marshall, definisi mengenai ilmu ekonomi tersebut masih tetap benar pada hari ini semenjak tahun 1890 ketika buku pengantar ekonomi mikro oleh N. Gregory Mankiw diterbitkan.
 Ada beberapa alasan kenapa kita sebagai pelajar, mahasiswa maupun kalangan awam mempelajari ilmu ekonomi.
Pertama: Karena ilmu ekonomi akan membantu anda memahami dunia tempat anda tinggal. Ada banyak pertanyaan mengenai perekonomian yang mungkin akan menarik perhatian anda. Mengapa sulit sekali mencari apartemen di new York? Mengapa perusahaan penerbangan mejual tiket pulang pergi lebih murah dari hanya pembelian tiket pulang saja atau tiket keberangkatan saja? Mengapa pemain utama dalam film “5 Cm” diberikan asuransi dengan nilai yang sangat besar saat shooting pendakian semeru? Mengapa standart hidup begitu rendah di negara-negara Afrika? Mengapa banyak warga negara Indonesia yang lebih memilih bekerja di luar negeri dari pada bekerja di negeri sendiri?. Itu semua hanyalah beberapa pertanyaan yang akan terjawab seiring anda mempelajari ilmu ekonomi.
Kedua: karena ilmu ini akan menjadikan anda peserta yang cerdas dalam perekonomian. Dalam kehidupan sehari-hari, anda membuat banyak keputusan ekonomi. Ketika menjadi mahasiswa, anda akan menentukan lamanya perkuliahan yang akan anda tempuh. Makanan bergizi dan seberapa pentingnya kandungan sekaligus harga bahan makanan yang dapat dijangkau. Ketika bekerja, anda akan memutuskan berapa besar penghasilan anda yang akan anada belanjakan.  Berapa besar jumlah yang akan anda tabung dan bagaimana menginvestasikan tabungan anda. Suatu hari anda akan menjalankan bisnis kecil-kecilan atau suatu perusahaan besar, dan memutuskan berapa harga produk kita. Pemahaman-pemahaman yang dikembangkan dalam ilmu ekonomi akan memberikan suatu cara pandang baru mengenai bagaimana mengambil keputusan dengan sebaik-baiknya. Mempelajari ilmu ekonomi tidak dengan sendirinya akan memperkaya hidup anda, melainkan akan melengkapi anda dengan berbagai perangkat yang dapat membantu upaya tersebut.
Ketiga: karena ilmu ekonomi akan memberikan anda pemahaman yang lebih baik mengenai potensi dan kemampuan kebijakan ekonomi. Sebagai pemilih, anda membantu memilih kebijakan-kebijakan yang memandu alokasi sumber-sumber daya di masyarakat. Ketika memilih kebijakan mana yang anda dukung, anda mungkin mendapati diri anda bertanya-tanya banyak hal mengenai perekonomian. Apa beban yang berkaitan dengan berbagai bentuk pajak? Apa dampak perdagangan bebas dengan negara-negara lain? Apa cara terbaik untuk melindungi lingkungan? Bagaimana suatu anggaran belanja pemerintah yang mengalami defisit mempengaruhi perekonomian? Hal-hal adi dan yang serupa akan selalu ada dalam pikiran para pembuat kebijakan d gedung-gedung pemerintahan.
Oleh sebab itu, prinsip-prinsip ilmu ekonomi dapat diterapkan dalam berbagai situasi kehidupan. Terlepas dari apakah di masa depan nanti anada akan menghabiskan diri membaca surat kabar, menjalankan suatu bisnis perusahaah, atau duduk di kursi pemerintahan. Anda akan merasa beruntung karena telah mempelajari ilmu ekonomi